Berita

Anemia pada Ibu Hamil: Kenali, Cegah, dan Lindungi Ibu & Buah Hati

Anemia pada Ibu Hamil: Kenali, Cegah, dan Lindungi Ibu & Buah Hati

Anemia saat hamil bukan sekadar “biasa lemas”. Kondisi ini terjadi ketika kadar hemoglobin (Hb) dalam darah lebih rendah dari normal, sehingga tubuh tidak mendapatkan oksigen yang cukup. Jika tidak ditangani, anemia dapat meningkatkan risiko masalah bagi ibu maupun bayi.

🌷 Apa saja tanda anemia?

Beberapa keluhan yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Mudah lelah dan lemas meskipun sudah cukup istirahat
  • Pusing atau terasa ingin pingsan
  • Kulit, bibir, atau bagian dalam kelopak mata tampak pucat
  • Jantung berdebar
  • Sesak napas saat melakukan aktivitas ringan
  • Sulit berkonsentrasi

Tidak semua ibu hamil dengan anemia memiliki gejala. Karena itu, pemeriksaan Hb tetap penting selama kehamilan.

❌ Mitos vs ✅ Fakta

“Lemas dan pusing saat hamil itu wajar.”
➡️ Tidak selalu. Keluhan tersebut bisa menjadi tanda anemia dan sebaiknya diperiksa.

“Anemia hanya dialami ibu hamil yang kurang makan atau miskin.”
➡️ Tidak benar. Anemia dapat dialami siapa saja. Risikonya dapat dipengaruhi jarak kehamilan yang terlalu dekat, kebutuhan zat besi yang meningkat, KEK, dan kurangnya asupan atau konsumsi tablet tambah darah (TTD).

“Kalau sudah makan sayur, kebutuhan zat besi pasti terpenuhi.”
➡️ Belum tentu. Zat besi dari makanan hewani lebih mudah diserap tubuh. Konsumsi sumber zat besi bersama vitamin C dapat membantu penyerapannya.

“TTD membuat bayi terlalu besar.”
➡️ Mitos. TTD justru membantu mencegah dan mengatasi kekurangan zat besi serta anemia selama kehamilan.

“TTD cukup diminum sesekali.”
➡️ Tidak. Konsumsi TTD perlu dilakukan secara rutin sesuai anjuran tenaga kesehatan agar manfaatnya optimal.

🍊 Bagaimana mencegah anemia?

  1. Periksa kehamilan secara rutin (ANC) sejak trimester pertama dan pantau kadar Hb.
  2. Minum TTD secara teratur sesuai anjuran tenaga kesehatan.
  3. Konsumsi makanan kaya zat besi seperti daging, hati, ikan, telur, bayam, dan kacang-kacangan.
  4. Sertakan makanan sumber vitamin C, seperti jeruk dan tomat, untuk membantu penyerapan zat besi.
  5. Hindari minum teh atau kopi berdekatan dengan waktu makan atau minum TTD.
  6. Jaga jarak kehamilan dan ikuti anjuran tenaga kesehatan.

❤️ Kapan harus segera diperiksa?

Segera konsultasikan ke tenaga kesehatan jika mengalami sesak napas berat, jantung berdebar sangat kencang, sangat pucat , atau sampai pingsan.

Ingat: anemia pada kehamilan dapat dicegah dan ditangani. Jangan menunggu sampai keluhan menjadi berat. Periksa Hb, konsumsi TTD secara rutin, makan bergizi, dan ikuti pemeriksaan kehamilan.

Cegah anemia, lindungi ibu dan buah hati.
Kehamilan sehat dimulai dari ibu yang sehat.

Puskesmas Ngoresan 📞 (0271) 646919 📱 WhatsApp: 082134882575 📷 Instagram: @puskesmas_ngoresan 🌐 https://pkm-ngoresan.surakarta.go.id/

Berita Lainnya