Berita

Anemia Saat Hamil: Kelihatannya Sepele, Dampaknya Bisa Seumur Hidup

Anemia Saat Hamil: Kelihatannya Sepele, Dampaknya Bisa Seumur Hidup

Sering merasa lemas, pusing, atau gampang capek saat hamil? Banyak yang menganggap ini "wajar", bagian dari suka-duka kehamilan. Padahal, bisa jadi itu tanda anemia — dan kalau dibiarkan, dampaknya bukan cuma dirasakan ibu, tapi juga bisa memengaruhi tumbuh kembang otak bayi setelah lahir.

Apa Itu Anemia pada Kehamilan?

Anemia terjadi ketika kadar hemoglobin (Hb) ibu hamil berada di bawah 11 g/dL. Kondisi ini membuat suplai oksigen dan zat gizi penting — termasuk zat besi — ke janin jadi berkurang. Padahal, zat besi itu bahan bakar utama untuk otak bayi yang sedang tumbuh.

Kenapa Zat Besi Sepenting Itu untuk Otak Bayi?

Selama di dalam kandungan, janin sepenuhnya bergantung pada zat besi yang ditransfer dari ibu lewat plasenta. Zat besi ini berperan dalam banyak proses penting:

  • Mielinisasi akson saraf — mempercepat hantaran sinyal di otak
  • Perkembangan hipokampus — area otak untuk memori dan belajar
  • Produksi neurotransmiter seperti dopamin dan serotonin — penting untuk kognitif dan emosi
  • Produksi energi sel otak yang sedang berkembang pesat

Yang perlu jadi perhatian: periode paling kritis adalah trimester pertama dan kedua. Kalau ibu kekurangan zat besi di masa ini, ketersediaan zat besi untuk otak janin bisa terganggu justru di saat otak sedang tumbuh paling cepat.

Risiko pada Bayi Setelah Lahir

Anemia defisiensi besi yang berlangsung sedang hingga berat dan tidak ditangani berkaitan dengan risiko gangguan perkembangan pada bayi, antara lain:

Perkembangan bahasa

  • Keterlambatan berbicara
  • Kosakata lebih sedikit
  • Kesulitan memahami instruksi

Perkembangan motorik

  • Keterlambatan motorik kasar (duduk, merangkak, berjalan)
  • Keterlambatan motorik halus (memegang benda, koordinasi tangan)

Dan dampak ini bisa bersifat jangka panjang — memengaruhi prestasi belajar dan kualitas hidup anak sampai bertahun-tahun ke depan, bukan cuma di masa bayi.

Kabar Baiknya: Anemia Bisa Dicegah

Tidak perlu menunggu sampai muncul gejala berat. Beberapa langkah sederhana ini bisa membuat perbedaan besar:

  1. Minum Tablet Tambah Darah (TTD) — minimal 90 tablet selama kehamilan, sesuai anjuran tenaga kesehatan
  2. Konsumsi makanan kaya zat besi (hewani & nabati), vitamin C, asam folat, dan B12
  3. Periksa kehamilan secara rutin agar anemia bisa terdeteksi dan ditangani sejak dini
  4. Istirahat cukup, kelola stres, dan hindari rokok

Ingat...

Menjaga kadar hemoglobin selama hamil bukan cuma soal kesehatan ibu — itu investasi untuk otak dan masa depan anak. Ibu bebas anemia, bayi tumbuh cerdas dan sehat, masa depan pun lebih hebat.

Kalau Anda sedang hamil dan sering merasa lemas atau pusing, jangan anggap remeh — segera periksakan diri ke tenaga kesehatan terdekat.

Puskesmas Ngoresan 📞 (0271) 646919 📱 WhatsApp: 082134882575 📷 Instagram: @puskesmas_ngoresan 🌐 https://pkm-ngoresan.surakarta.go.id/

 

Berita Lainnya